Sejarah Desa

Tokoh Adat Desa Npan
Tokoh Adat Desa Napan

SEJARAH DESA NAPAN

Sejarah Desa Napan dibagi dalam beberapa  fase Tahunan antara lain:

  1. Tahun 1911-1945

Pada awal mula Raja Timor Manek Liurai melakukan perjalanan mengelilingi pulau Timor dan pada akhirnya menetap di sebuah gunung batu yang menjulang tinggi (Fatu Napan) dengan pandangan yang begitu luas dan dapat memandang dari berbagai penjuru mata angin.Secara Leksikal Napan artinya :Memandang Atau dengan arti atau sebutan lain :Kat Napnef (Tidak bisa ditandingi).Manek Liurai akhirnya berkeluarga dan memiliki seorang putra yang diberi nama : Anunu Te,u atau lebih dikenal dengan Anunu Manek.Gelar  Nama Anunu Te,u disandangnya oleh karena kemampuannya untuk dapat berubah-ubah atau menjelma bentuk tubuh,baik menjadi seorang wanita cantik ,pria gagah perkasa ,binatang dan sebagainya.Setelah dewasa Anunu Manek berkeluarga dan memiliki empat putera Antara Lain:

  • Timo Anunu
  • Snai Anunu
  • El Anunu
  • Ko’i Anunu

Keempat putera tersebut tingggal menetap di Tes sebagai nama kampug saat itu yang akhirnya menjadi Tamukung Tes dan hingga sekarang mekar menjadi 2 Desa yakni Desa Napan dan Desa Tes. Awalnya yang menjadi pemimpin besar sejak belum terbentuk pemimpin pemerintahan modern adalah Anunu Te’u atau Anunu Manek yang dikenal sebagai Tobe, untuk selanjunya diwariskan kepada Tua Tetu. Semenjak kepemimpinan Tua Tetu telah terjadi pembangunan Sekolah Dasar Katolik Tes (SDK Tes) tahun 1930 secara swadaya oleh masyarakat. Pada masa pemerintahan yang dikenal Tamukung, Tamukung Tes pertama adalah Eli Anunu kemudian diganti oleh Eli Lake, dan pada akhirnya diganti oleh Lukas Anunu pada tahun 1957. Pemukiman penduduk semenjak pemerintah sebelum Lukas Anunu masyarakat Tamukung Tes masih sangat primitif yakni berlokasi di Bibona, Komben, Babua, Oeme, Tabil, dan Oenae yang dikenal dengan kampung Tes. Tes artinya tempat tujuan atau tempat impian. Menurut penuturan para tua adat bahwa saat itu pemimpin Tes juga menghadiri upacara penerimaan bendera merah putih yang pertama kali di berikan oleh Presiden Soekarno di Atapupu kabupaten Belu.

  1. Tahun 1946-1966
  • Oleh Tamukung Lukas Anunu, seluruh masyarakat Tamukung Tes dipaksa untuk keluar dari perkampungan primitif.
  • Ada G30SPKI
  1. Tahun 1966-1971
  • Antonius Ili menjadi Tamukung Lukas Anunu
  • Tamukung Antonius Ili bersama bawahannya merancang kota kampong Tes yakni pemukiman dan pembukaan jalan-jalan Kampung dan jalan raya yang hingga sekarang dikenal dengan pemukiman Ek’oni, Pusmuti, Komben, dan Oelfaub.
  • Melaksanakan pembangunan kantor desa di Komben secara tradisional (Lopo Pertemuan) yang dikerjakan secara swadaya atau gotong royong.
  1. Tahun 1972-1975
  • Pemindahan Sekolah Dasar Katolik Tes dari kampung Tes/Oenae ke Komben Desa Napan sekarang.
  • Adanya peralihan istilah Tamukung menjadi Desa.
  • Terjadi pemisahan Desa gabungan, Tamukung Tes berubah nama menjadi Desa Napan sesuai dengan nama Batu Pemali yakni Napan.
  • Antonius Ili menjadi kepala Desa gaya baru selanjutnya diganti oleh Yoseph Kolo, dan tiga bulan kemudian diganti oleh Mikhael Kusi yang menjabat sejak 1975-1988
  1. Tahun 1976-1987
  • Dilaksanakan pembangunan Kapela Tes, dan pemindahan lokasi kantor Desa dari Komben ke Laktenas yang selanjutnya dibangun secara permanen oleh seluruh masyarakat secara swadaya
  • Dilaksanakan pemisahan lokasi ternak dan lokasi perkebunan dengan pembuatan pagar Desa sejauh 10 km.
  • Terjadinya penanaman di kebun kolektif tanaman jati, ubi kayu, kemiri, nangka, mangga, yang mana hasilnya sudah dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat desa Napan hingga sekarang.
  1. Tahun 1988-1998
  • Terjadinya pergantian pimpinan Kepala Desa dari Mikhael Kusi kepada Mikhael Eko, yang menjabat sejak tahun 1988-1996.
  • Desa Napan mendapat musibah, oleh karena hampir seluruh masyarakat mendapat wabah kolera dan meninggal dunia.
  • Sejak kepemimpinan Mikhael Eko masyarakat diperkenalkan dengan sejenis tanaman pakan penggemukan ternak sapi yang dikenal dengan lantoro.
  • Adanya pembukaan lahan oleh seluruh masyarakat terhadap lahan tidur di Kiubatan, Neofmahala, dan Potonaekin seluas 250 Ha.
  • Dampaknya masyarakat kelimpahan pakan ternak, ubi kayu, jagung, padi ladang, dan kacang tanah.
  • Terjadi pergantian Kepala Desa oleh Milikhior Siki yang menjabat tiga tahun selanjutnya diganti lagi oleh penjabat Kepala Desa yakni Martinus Taeki dari tahun 2000-2002.
  1. Tahun 1999-2010
  • Terjadi gejolak di timor Leste (Distric Oecusse) menyebabkan banyak orang Timor Leste mengungsi ke Desa Napan sebanyak 6.400 orang yang diterima dan dilayani sebagai Keluarga oleh masyarakat Napan dengan istilah “Aifa Ben Neke, Susu Pet Bijael (merangkul semua orang)”.
  • Lokasi pembukaan lahan tidur diobrak-abrik oleh ternak masyarakat Desa Napan dan masyarakat pengungsi Timor-Timur, yang ada pada akhirnya menjadi lahan tandus hingga sekarang ini.
  • Terjadinya pergantian kepala Desa oleh Siprianus Sani menggantikan Martinus Taeki (PJS) sejak tahun 2003-2007.
  • Banyak LSM seperti : Plan, Care, yang masuk dan bermitra dengan pemerintahan Desa Napan untuk mensejahterakan masyarakat Napan.
  • Adanya pos Satgas Pamtas ABRI dan POLRI/Brimob di perbatasan.
  • Adanya pembebasan lahan di sekitar perbatasan dengan diberikan biaya ganti rugi kepada pemilik lahan.
  • Terjadinya pembangunan perumahan ABRI dan Polisi di perbatasan Napan dengan Timor Leste serta fasilitas perbatasan lainnya seperti kantor Imigrasi, Karantina Manusia, Karatina Hewan dan Kantor Bea Cukai.
  • Adanya pembangunan Pustu di Bespenu di atas lahan masyarakat yang dibebaskan secara murni tanpa ganti rugi seluas 1 Ha.
  • Terjadinya pembangunan USB SMP Negeri Napan yang dibangun di atas tanah masyarakat yang diserahkan secara tulus tanpa biaya pembebasan sekitar 3 Ha pada tahun 2007 dengan biaya pembangunan dari pemerintah pusat sejumlah 1 m 300 juta.
  • Pada tahun 2008 terjadi pergantian Kepala Desa dari Siprianus Sani kepada Yohanis Anunu
  • Adanya pembebasan lahan tanpa ganti rugi oleh masyarakat Desa Napan seluas 10 Ha di Kiubatan bagi pembangunan Kantor Camat Bikomi Utara.
  1. Tahun 2014-2019
  • Terjadi pemilihan Kepala Desa Napan dan dimenangkan oleh INCUMBENT atas nama Yohanis Anunu
  • Terjadinya perubahan status Pustu Napan menjadi Puskesmas.
  • Terjadinya pembangunan listrik masuk Desa
  • Terjadinya pembangunan pelebaran jalan raya dari kabupaten sampai Desa Napan (Hotmik).

    Tokoh Adat Desa Npan
    Tokoh Adat Desa Napan
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan